Melihat kenyataan bangsa indoensia dewasa ini tentu saja kita sangat prihatin dan hanya bisa merenung tidak bisa mengubah kenyataan yang ada karena memang kita makhluk kerdil tidak berdaya, hanya kepada Allah saja kita berharap karena dialah yang Maha Kuasa. Kita umat islam adalah segelintir makhluk dimuka bumi yang masih peduli dengan peradaban sosial dan akhlaq manusia. Kita telah melihat dalam berbagai media masa dan elektronik maupun kita lihat langsung tentang kerusakan moral generasi muda khusunya umat islam yang semakin maburadul bukannya semakin membaik. Berbagai macam perilaku kenakalan moral remaja bahkan telah mencapai level krimininal bukan sekedar "nakal" lagi. Dari yang kecil-kecil sudah berani pacaran, yang remaja udah banyak yang melakukan kumpul kebo (free sex), mabuk, tawuran, narkoba, durhaka kepada orang tua dan guru dan sebagainya. Itu baru segelintir masalah kriminal remaja belum lagi masalah korupsi, "suap menyuap", angka kemiskinan yang semakin menajam, penindasan penguasa oleh rakyat kecil dan sebagainya. Bahkan pada bulan romadhon pun seperti sekarang ini banyak ABG kurang pendidikan moral melakukan sex bebas dengan tidak malu dan tidak memandang resiko yang sangat besar. Padahal jika kita pandang dari sisi agama islam pezina itu dihukum berat apalagi saat bulan suci romadhon berani melakukan zina padahal bulan romadhon ini jika melakukan amal shalih maka akan mendapatkan pahala yang berlipat-lipat.
Begitu sebaliknya, pelaku maksiat atau dosa besar akan mendapatkan ganjaran dosa yang berlipat juga. Itu artinya generasi sekarang tidak hanya rusak moralnya saja tetapi juga sudah rusak agamanya bahkan sampai tingkat level tidak mengenal Allah, naudzubillah. Padahal jika manusia sudah tidak bisa mengenal siapa Tuhannya sudah pasti dia akan mengenal setan sangat dekat. sehingga setan akan mudah memperdaya mereka karena kedekatan mereka dengan bangsa syaiton. Bahkan pada bulan romadhon ini setan tidak dibiarkan membujuk rayu manusia, tetapi masih ada segelintir manusia yang berani durhaka dibulan ramadhan ini. Itu artinya setan tidak usah repot-repot menggoda manusia lagi karena manusia sudah sukarela melakukan maksiat dengan sendirinya.
Kehancuran moral sama dengan kehancuran peradaban manusia
Kita khawatir kondisi yang menimpa kita saat ini adalah awalnya kehancuran negeri ini. Fakta sejarah telah mengungkap penyebab kehancuran suatu kaum adalah karena hancurnya moral penguasa dan warganya. Kaum luth hancur karena perilaku sodomnya, kaum tsamud hancur karena kesombongan mereka, Romawi hancur karena kebejatan moral, dinasti Umayyah dan Abbasiyyah lenyap begitu saja di kawasan Laut Tengah, kota-kota muslim Andalusia jatuh karena pemimpinnya terlena oleh duniawi, Majapahit runtuh karena rakusnya generasi penerus, dan banyak lagi negeri lainnya yang intinya mengalami kehancuran karena kebejatan moralnya.
Mungkinkah negeri ini akan hancur? Mungkin, sebab sudah menjadi rahasia umum kebejatan moral yaitu korupsi di negeri ini mengakar pada pemimpin dan penguasanya, sehingga warganya pun tanpa sadar dan tanpa merasa bersalah ikut dalam budaya korupsi ini. Kita tidak tahu seperti apa kehancuran besarnya akan terjadi, tapi kita bisa melihat kondisi-kondisi kecil yang sedang terjadi.
Konflik etnis seperti tak pernah selesai, metoda otonomi daerah (atau konsep federasi) yang bertujuan mengimplementasikan Bhinneka Tunggal Ika sepertinya dijadikan alat untuk memisah-misahkan diri sebagai arogansi suku atau daerah, saling ketergantungan bergeser menjadi sikap kesombongan terhadap kelebihan sumber daya masing-masing. Negeri yang dikenal dengan seribu lautan namun minim dalam sarana dan prasaran maritim, baik untuk pengolahan kekayaan alam maupun sistem transportasinya. Negeri dengan potensi kekayaan alam yang sangat tinggi tapi berutang banyak.
Apa kita tak pernah belajar pada fakta sejarah? Kita belajar tapi kita tak pernah mengimplementasikan dan mencegahnya. Kerakusan pribadi atau golongan mengeksploitasi kekayaan negeri untuk kepentingan sendiri. Kita tak akan pernah maju dan bertahan seperti Jepang dan Cina yang memiliki moral yang tinggi. Mereka punya militansi yang tinggi terhadap negerinya, tidak hanya pada saat keamanan dirongrong pihak lain, namun dalam kehidupan sehari-hari di masa damai.
Kita pernah punya konsep strategi Repelita Orde Baru –yang menurut saya yang bodoh– yang bagus, kita melihat hasilnya selama 25 tahun terakhir kemajuan terlihat nyata, namun sayang konsep yang bagus dikotori oleh moral korupsi yang tinggi. Kini penguasa pencetus Repelita tersebut hancur, namun sayang sejuta sayang konsep yang bagus tersebut tidak ditindaklanjuti, seolah-olah yang bagus menjadi jelek hanya karena keluar dari pikiran pemimpin atau penguasa yang telah dicap jelek.
Negeri ini diguncang dari dalam oleh pemimpin-pemimpinnya, dirongrong oleh negeri tetangga karena dianggap tidak becus memberdayakan wilayah potensial, tak lupa dipukul keras oleh alam akhir tahun lalu.
Wahai penguasa
Beri kami optimisme!
Segarkan nasionalisme kami!
Jangan kau hancurkan negeri kami!
Untuk sebuah cita-cita
بلدة طيبة ورب غفور
“Negeri yang baik dalam lindungan Tuhan Yang Mahapengampun” (QS Saba 34:15)
Yaitu negri dalam naungan syari'at islam dan segala aspek kehidupan menganut tuntunan islam. Itulah jalan kedamaian yang abadi. Karena Allah takkan ridha jika kita umat islam masih menganut hukum hawa nafsu yang merusak itu. dan sistem kita dalam berbagai bidang saat ini telah dikuasai sistem setan / sistem hukum hawa nafsu.
Wallahu'alam
Refrensi
Pendidikan Anak : Potret Kerusakan Jaman dan Dampaknya bagi Anak-anak.
Oleh : www. Ashabul-muslimin.tk
Kerusakan-kerusakan moral dijaman modern
Apakah anda pernah dengar lagu balonku ada lima?. Tentu saja orang se-usia kita yang lahir pada era 70,80,90-an pernah mendengarkan dan hafal lagu-lagu klassik ini karena memang lagu ini sangat populer pada saat itu (sekitar th 90-an). Dan selain itu juga lagu-lagu ini penuh dengan pendidikan yang baik. Sehingga tidak jarang lagu-lagu ciptaan MT Mahmud dan Ibu Sud itu seperti naik delman, bintang kecil, balonku ada lima dsb sering kita temukan dinyanyikan disekolah taman kanak-kanak jaman dahulu. Sehingga tidak heran lagu-lagu kenangan seperti ini banyak yang diantara kita yang hafal hingga usia dewasa bahkan sampai usia sekarang.
Akan tetapi jika anda melihat anak-anak sekarang justru anda akan melihat sebuah perbandingan yang besar dan mencolok. Yaitu anak-anak sekarang lebih kenal lagu-lagu band bahkan lagu barat pun sampai fasih walaupun tak tahu makna lirik lagunya. Ibarat anak dulu nyanyinya “balonku ada lima” kalau anak sekarang nyanyinya “selingkuhanku ada lima”. Benar-benar sebuah kenyataan yang buruk. Selain itu dampak dibelakangnya juga sangat buruk. Yaitu secara psikologis anak-anak sekarang sudah mengalami pendewasaan dini dalam hal pemikiran akan tetapi tidak seimbang dengan perkembangan akalnya. Sehingga tindakan kriminal kelas atas mereka lakukan dengan enjoy-nya tanpa pertimbangan dari sisi sebab akibat. Apalagi berpikir sampai ke akhirat bahwa maksiat itu berdampak azab.
Oleh karena itu tidak heran bila anak-anak ingusan se-usia SD sudah tahu apa itu pacaran, malah-malah sampai berakibat kriminali misalnya berbuat mesum dan bahkan lebih aneh bisa sampai hamil. Saya bilang itu “aneh” bukan karena perempuan memang bisa hamil tapi karena anak se-usia 9 tahun kok bisa melahirkan tanpa berakibat fatal seperti kematian karena secara fisik mungkin belum siap reproduksi, lha wong anak jaman dahulu saja kalau melahirkan pada usia 17-an berakibat kematian kok. Anda bisa baca beritanya disini. Sungguh kejadian aneh diluar nalar namun sebuah kenyataan!.
Jika memang benar begitu maka bisa dibilang anak-anak jaman sekarang sudah mengalami pemendekan umur yaitu mengalami pendewasaan dini secara fisik maupun psikis . Jika anda mau jeli memperhatikan perkembangan fisik anak-anak sekarang dibandingkan keadaan jaman dahulu maka anda akan menemukan sebuah perbedaan yaitu anak sekarang ternyata badannya lebih subur dan makmur, yaitu cepet gede secara fisik dan maaf kalau anak SD sekarang body nya kelihatan sudah menggairahkan seperti orang dewasa apalagi yang sudah SMP, lebih gawat. Mungkin hal itu terjadi karena ada faktor perbaikan gizi (ibarat anak dulu makan ubi anak sekaran makan kenthaki) , pengaruh media elektronik, pengaruh pergaulan facebook, sms-an di Hp, tontonan Televisi yang penuh dengan ajaran kerusakan moral dan lainnya.
Akan tetapi hal itu tidak seimbang dengan perkembangan akalnya (usia baligh) sehingga begitulah akibatnya. karena akal itu biasanya berkembang sesuai umur namun hanya sedikit sekali perkembangan akal yang membuat anak-anak kecil berpikir bijak (dewasa) karena hal itu tergantung lingkungan dan pendidikan orang tua. Apalagi pendidikan sekarang sudah jauh daripada nilai-nilai agama islam akhirnya anak sekarang mentalnya sudah seperti “kepala kerbau” yaitu pembangkang dan tolol. Selalu berbuat tanpa berpikir panjang. Durhaka kepada kedua orangtua, tidak patuh pada guru, rusak moralnya dan rusak fisiknya, Naudzubillah.
Dampak negatif media dan teknologi kepada anak-anak
Anak-anak yang sejak kecil sudah mengenal lagu dewasa dari aspek kehidupan orang dewasa, ia akan terperangkap dalam kedewasaan baik secara fisik, psikologis,ataupun sosial.Anak-anak tahu hubungan laki-perempuan, seks, kekerasan, dan perilaku-perilaku anti-sosial selak mereka maih sangat kecil. Dari mana? Dari media tentu. Padahal,anak-anak belum siap untuk itu. Istilahnya dalam hal itu akan berakibat pendewasaan dini dalam hal psikologi yang tidak seimbang dengan perkembangan fisik. Akhirnya dampaknya pun tidak tanggung-tangung contohnya anak sd sekarang sudah tidak asing lagi dengan pacaran dan seluk-beluknya bahkan lebih parah anak seusia sd sudah berani berbuat mesum sampai hamil, naudzubillah.
Lihatlah film kartun anak-anak. Isinya banyak yang terkait dengan hubungan laki-perempuan dan seks. Popeye, Crayon Sinchan, dan Sailor Moon adalah beberapadi antaranya .Kemudian, iklan TV. Mari lihat Irex, Promag, Rapet wangi, atau pompa air Sumitsu. Semuanya menjual seks, padahal iklan-iklan itu bisa saja ditayangkan pada jam tayang keluarga, dan tentu saja anak-anak ikut menontonnya.
Atau, lihatlah tabloid-tabloid porno yang dijajakan di pinggir jalan.Anak-anak setiap msaat dapat melihatnya. Mereka sejak kecil sudah melihat gambar perempuan dewasa nyaris telanjang.Dan itu seks.Kemudian,ada pula sinettron,telenovela atau film yang menampilkan hubungan laki-perempuan atau seks secara eksplisit. Sekaligus, dari kisah-kisahnya anak-anak dapat menangkap cerita tentang penyelewengan, perceraian dan krisis hubungan laki-perempuan lainnya.
Ada pula videoklip yang menjual seks .Ada perempuan-perempuan nyaris telanjang di sana yang menari dan bergoyang sensual.Belum lagi, syair yang dinyanyikan dan kadangkala mengandung muatan seks pula.Kemudian,mereka juga belajar kekerasan dari media melalui film kartun,film dewasa,dan sinetron.Dari sini kadang-kadang anak belajar bahwa kekerasan adalah jalan kelluar untuk menyelesaikan masalah.
Mereka juga mengenal horor sejak mereka sangat kecil.Kemungkinan karena di rumah para orang dewasa menonton acara TV Ghost Stories atau serial yang menampilkan Mak Lampir. Sekaligus, dengan menonton acara-acara demikian , anak-anak berkenalan dengan dunia klenik. Daftar ini akan bertambah panjang jika kita juga berbicara tentang profanity, kata-kata vulgar, kasar, dan tidak sopan yang sering jadi langganan bicara para tokoh yang sering tampil di sinetron atau film.
Bahkan, menyedihkan sekali, kalau toh anak-anak kita jejali dengan hanya materi TV belabel “acara anak-anak”, mereka juga tidak dapat terbebas dari virus yang buruk itu. Anak-anak yang tampil dalam acara anak-anak banyak yang telah teracuni, tampil bak orang dewasa.Mereka sungguh-sungguh miniatur orang dewasa.Gaya bicara dan penampilan anak-anak itu persis orang dewasa, karena mereka meniru gaya orang dewasa.Contohnya adalah pilihan idola cilik di TV-TV yang bernyanyi dan berpenampilan serba dewasa padahal umur mereka masih sangat belia.
Jadi begitulah potret media kita memang mengkhawatirkan anak-anak sekarang. Karena itu, sedapat mungkin ,jauhi anak kita dari media-media yang potensial membawanya ke arah pengenalan kehidupan orang dewasa.Kalau toh kita dengan selektif mengizinkan anak kita mengkonsumsi media,jangan biarkan dia mengkonsumsinya sendirian.Dampingi anak kita,ajak dia bicara jika ada muatan media yang kita rasakan “terlalu dewasa”.tentu saja anak perlu mengenal kehidupan orang dewasa,tapi itu nanti, pada saat yang tepat.
Solusi permasalahan
Hal ini tentu saja bukanlah hal yang sepele sehingga dibiarkan saja tanpa ada usaha pemecahan sedikitpun. Sungguh masalah itu takkan selesai dengan sendirinya. Akan tetapi dengan tawakal dan do’a insya Allah kita bisa mengatasi masalah perkembangan jaman yang merusak mental dan moralitas anak-anak sekarang. Segala sesuatu takkan baik jika tidak dimulai diri sendiri kemudian keluarga dan meluas kekalangan masyarakat. Marilah kita beri contoh teladan yang baik bagi anak-anak kita. Agar anak-anak kita tidak mengalami sebuah pendewasaan dini dalam hal psikis namun tak seimbang dengan perkembangan akalnya akhirnya tindak kriminal oleh anak-anak ingusanpun banyak terjadi, seperti yang diberitakan media-media sekarang ini.
Pendidikan pertama dan paling utama bagi anak adalah kedua orang tuanya. Karena nabi Muhammad saw pernah bersabda bahwa anak-anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah (islam dan bertauhid) namun karena pengaruh pendidikan orang tuanyalah yang menyebabkan anaknya menjadi seorang kafir dari kalangan yahudi, nasrani atau majusi. Kesimpulannya pendidikan anak adalah tanggung jawab orang tua. Termasuk kesalahan orang tua sekarang adalah menyerahkan begitu saja pendidikan anak kepada orang lain (guru disekolah). Tanpa memperhatikan anak pendidikan dirumah yang lebih butuh kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya. Namun orang tua sekarang condong kepada urusan dunianya berupa kesibukan dunia kerja yang tak pernah ada akhirnya daripada amanah dari Allah berupa anak-anaknya yang harus dididik menjadi manusia yang shalih dan shalehah. Orang tua jaman sekarang lebih sayang kepada harta daripada anak dan istrinya. Memanglah dijaman akhir ini anggapan manusia kebanyakan telah salah. Yaitu kemuliaan dan kebahagiaan didapatkan dengan harta benda yang banyak. Namun hal itu sangat bertentangan dengan ajaran Allah yaitu kemuliaan tergantung takwanya kepada-Nya. Buktinya tidak sedikit orang-orang klonglomerat lebih stress keadaan jiwanya daripada orang-orang kalangan bawah.
Marilah kita bina rumah tangga kita dengan mengutamakan pendidikan akhlaq dan adab secara islami dengan tidak mengabaikan pendidikan keahlian dan ketrampilan dunia kerja. Karena kesuksesan tidak diukur dari kemampuan otak dalam berkerja saja. Namun sering kali faktor kesuksesan adalah berkaitan dengan interaksi sosial yang baik. Marilah kita luangkan waktu untuk anak didik kita untuk mengajari ilmu-ilmu agama yang kelak akan menjadi bekal bagi para penerus bangsa ini dalam membangun negri. Jangan abaikan kerusakan generasi muda karena mereka adalah penerus generasi kita. Jika generasi sekarang amburadul tentu saja generasi berikutnya lebih hancur lagi. Maka dari itulah segalanya kita wajib bisa bertawakal semampu kita dan memohon pertolongan dari Allah SWT yang Maha Kuasa Atas Segala Sesuatu. Demikianlah semoga kajian singkat ini bermanfaat bagi kaum muslimin semuanya, amiien.
Wallahu’alam.
Refrensi :
- Majalah Ummi edisi 2001
- Berbagai sumber
Kerusakan-kerusakan moral dijaman modern
Apakah anda pernah dengar lagu balonku ada lima?. Tentu saja orang se-usia kita yang lahir pada era 70,80,90-an pernah mendengarkan dan hafal lagu-lagu klassik ini karena memang lagu ini sangat populer pada saat itu (sekitar th 90-an). Dan selain itu juga lagu-lagu ini penuh dengan pendidikan yang baik. Sehingga tidak jarang lagu-lagu ciptaan MT Mahmud dan Ibu Sud itu seperti naik delman, bintang kecil, balonku ada lima dsb sering kita temukan dinyanyikan disekolah taman kanak-kanak jaman dahulu. Sehingga tidak heran lagu-lagu kenangan seperti ini banyak yang diantara kita yang hafal hingga usia dewasa bahkan sampai usia sekarang.
Akan tetapi jika anda melihat anak-anak sekarang justru anda akan melihat sebuah perbandingan yang besar dan mencolok. Yaitu anak-anak sekarang lebih kenal lagu-lagu band bahkan lagu barat pun sampai fasih walaupun tak tahu makna lirik lagunya. Ibarat anak dulu nyanyinya “balonku ada lima” kalau anak sekarang nyanyinya “selingkuhanku ada lima”. Benar-benar sebuah kenyataan yang buruk. Selain itu dampak dibelakangnya juga sangat buruk. Yaitu secara psikologis anak-anak sekarang sudah mengalami pendewasaan dini dalam hal pemikiran akan tetapi tidak seimbang dengan perkembangan akalnya. Sehingga tindakan kriminal kelas atas mereka lakukan dengan enjoy-nya tanpa pertimbangan dari sisi sebab akibat. Apalagi berpikir sampai ke akhirat bahwa maksiat itu berdampak azab.
Oleh karena itu tidak heran bila anak-anak ingusan se-usia SD sudah tahu apa itu pacaran, malah-malah sampai berakibat kriminali misalnya berbuat mesum dan bahkan lebih aneh bisa sampai hamil. Saya bilang itu “aneh” bukan karena perempuan memang bisa hamil tapi karena anak se-usia 9 tahun kok bisa melahirkan tanpa berakibat fatal seperti kematian karena secara fisik mungkin belum siap reproduksi, lha wong anak jaman dahulu saja kalau melahirkan pada usia 17-an berakibat kematian kok. Anda bisa baca beritanya disini. Sungguh kejadian aneh diluar nalar namun sebuah kenyataan!.
Jika memang benar begitu maka bisa dibilang anak-anak jaman sekarang sudah mengalami pemendekan umur yaitu mengalami pendewasaan dini secara fisik maupun psikis . Jika anda mau jeli memperhatikan perkembangan fisik anak-anak sekarang dibandingkan keadaan jaman dahulu maka anda akan menemukan sebuah perbedaan yaitu anak sekarang ternyata badannya lebih subur dan makmur, yaitu cepet gede secara fisik dan maaf kalau anak SD sekarang body nya kelihatan sudah menggairahkan seperti orang dewasa apalagi yang sudah SMP, lebih gawat. Mungkin hal itu terjadi karena ada faktor perbaikan gizi (ibarat anak dulu makan ubi anak sekaran makan kenthaki) , pengaruh media elektronik, pengaruh pergaulan facebook, sms-an di Hp, tontonan Televisi yang penuh dengan ajaran kerusakan moral dan lainnya.
Akan tetapi hal itu tidak seimbang dengan perkembangan akalnya (usia baligh) sehingga begitulah akibatnya. karena akal itu biasanya berkembang sesuai umur namun hanya sedikit sekali perkembangan akal yang membuat anak-anak kecil berpikir bijak (dewasa) karena hal itu tergantung lingkungan dan pendidikan orang tua. Apalagi pendidikan sekarang sudah jauh daripada nilai-nilai agama islam akhirnya anak sekarang mentalnya sudah seperti “kepala kerbau” yaitu pembangkang dan tolol. Selalu berbuat tanpa berpikir panjang. Durhaka kepada kedua orangtua, tidak patuh pada guru, rusak moralnya dan rusak fisiknya, Naudzubillah.
Dampak negatif media dan teknologi kepada anak-anak
Anak-anak yang sejak kecil sudah mengenal lagu dewasa dari aspek kehidupan orang dewasa, ia akan terperangkap dalam kedewasaan baik secara fisik, psikologis,ataupun sosial.Anak-anak tahu hubungan laki-perempuan, seks, kekerasan, dan perilaku-perilaku anti-sosial selak mereka maih sangat kecil. Dari mana? Dari media tentu. Padahal,anak-anak belum siap untuk itu. Istilahnya dalam hal itu akan berakibat pendewasaan dini dalam hal psikologi yang tidak seimbang dengan perkembangan fisik. Akhirnya dampaknya pun tidak tanggung-tangung contohnya anak sd sekarang sudah tidak asing lagi dengan pacaran dan seluk-beluknya bahkan lebih parah anak seusia sd sudah berani berbuat mesum sampai hamil, naudzubillah.
Lihatlah film kartun anak-anak. Isinya banyak yang terkait dengan hubungan laki-perempuan dan seks. Popeye, Crayon Sinchan, dan Sailor Moon adalah beberapadi antaranya .Kemudian, iklan TV. Mari lihat Irex, Promag, Rapet wangi, atau pompa air Sumitsu. Semuanya menjual seks, padahal iklan-iklan itu bisa saja ditayangkan pada jam tayang keluarga, dan tentu saja anak-anak ikut menontonnya.
Atau, lihatlah tabloid-tabloid porno yang dijajakan di pinggir jalan.Anak-anak setiap msaat dapat melihatnya. Mereka sejak kecil sudah melihat gambar perempuan dewasa nyaris telanjang.Dan itu seks.Kemudian,ada pula sinettron,telenovela atau film yang menampilkan hubungan laki-perempuan atau seks secara eksplisit. Sekaligus, dari kisah-kisahnya anak-anak dapat menangkap cerita tentang penyelewengan, perceraian dan krisis hubungan laki-perempuan lainnya.
Ada pula videoklip yang menjual seks .Ada perempuan-perempuan nyaris telanjang di sana yang menari dan bergoyang sensual.Belum lagi, syair yang dinyanyikan dan kadangkala mengandung muatan seks pula.Kemudian,mereka juga belajar kekerasan dari media melalui film kartun,film dewasa,dan sinetron.Dari sini kadang-kadang anak belajar bahwa kekerasan adalah jalan kelluar untuk menyelesaikan masalah.
Mereka juga mengenal horor sejak mereka sangat kecil.Kemungkinan karena di rumah para orang dewasa menonton acara TV Ghost Stories atau serial yang menampilkan Mak Lampir. Sekaligus, dengan menonton acara-acara demikian , anak-anak berkenalan dengan dunia klenik. Daftar ini akan bertambah panjang jika kita juga berbicara tentang profanity, kata-kata vulgar, kasar, dan tidak sopan yang sering jadi langganan bicara para tokoh yang sering tampil di sinetron atau film.
Bahkan, menyedihkan sekali, kalau toh anak-anak kita jejali dengan hanya materi TV belabel “acara anak-anak”, mereka juga tidak dapat terbebas dari virus yang buruk itu. Anak-anak yang tampil dalam acara anak-anak banyak yang telah teracuni, tampil bak orang dewasa.Mereka sungguh-sungguh miniatur orang dewasa.Gaya bicara dan penampilan anak-anak itu persis orang dewasa, karena mereka meniru gaya orang dewasa.Contohnya adalah pilihan idola cilik di TV-TV yang bernyanyi dan berpenampilan serba dewasa padahal umur mereka masih sangat belia.
Jadi begitulah potret media kita memang mengkhawatirkan anak-anak sekarang. Karena itu, sedapat mungkin ,jauhi anak kita dari media-media yang potensial membawanya ke arah pengenalan kehidupan orang dewasa.Kalau toh kita dengan selektif mengizinkan anak kita mengkonsumsi media,jangan biarkan dia mengkonsumsinya sendirian.Dampingi anak kita,ajak dia bicara jika ada muatan media yang kita rasakan “terlalu dewasa”.tentu saja anak perlu mengenal kehidupan orang dewasa,tapi itu nanti, pada saat yang tepat.
Solusi permasalahan
Hal ini tentu saja bukanlah hal yang sepele sehingga dibiarkan saja tanpa ada usaha pemecahan sedikitpun. Sungguh masalah itu takkan selesai dengan sendirinya. Akan tetapi dengan tawakal dan do’a insya Allah kita bisa mengatasi masalah perkembangan jaman yang merusak mental dan moralitas anak-anak sekarang. Segala sesuatu takkan baik jika tidak dimulai diri sendiri kemudian keluarga dan meluas kekalangan masyarakat. Marilah kita beri contoh teladan yang baik bagi anak-anak kita. Agar anak-anak kita tidak mengalami sebuah pendewasaan dini dalam hal psikis namun tak seimbang dengan perkembangan akalnya akhirnya tindak kriminal oleh anak-anak ingusanpun banyak terjadi, seperti yang diberitakan media-media sekarang ini.
Pendidikan pertama dan paling utama bagi anak adalah kedua orang tuanya. Karena nabi Muhammad saw pernah bersabda bahwa anak-anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah (islam dan bertauhid) namun karena pengaruh pendidikan orang tuanyalah yang menyebabkan anaknya menjadi seorang kafir dari kalangan yahudi, nasrani atau majusi. Kesimpulannya pendidikan anak adalah tanggung jawab orang tua. Termasuk kesalahan orang tua sekarang adalah menyerahkan begitu saja pendidikan anak kepada orang lain (guru disekolah). Tanpa memperhatikan anak pendidikan dirumah yang lebih butuh kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya. Namun orang tua sekarang condong kepada urusan dunianya berupa kesibukan dunia kerja yang tak pernah ada akhirnya daripada amanah dari Allah berupa anak-anaknya yang harus dididik menjadi manusia yang shalih dan shalehah. Orang tua jaman sekarang lebih sayang kepada harta daripada anak dan istrinya. Memanglah dijaman akhir ini anggapan manusia kebanyakan telah salah. Yaitu kemuliaan dan kebahagiaan didapatkan dengan harta benda yang banyak. Namun hal itu sangat bertentangan dengan ajaran Allah yaitu kemuliaan tergantung takwanya kepada-Nya. Buktinya tidak sedikit orang-orang klonglomerat lebih stress keadaan jiwanya daripada orang-orang kalangan bawah.
Marilah kita bina rumah tangga kita dengan mengutamakan pendidikan akhlaq dan adab secara islami dengan tidak mengabaikan pendidikan keahlian dan ketrampilan dunia kerja. Karena kesuksesan tidak diukur dari kemampuan otak dalam berkerja saja. Namun sering kali faktor kesuksesan adalah berkaitan dengan interaksi sosial yang baik. Marilah kita luangkan waktu untuk anak didik kita untuk mengajari ilmu-ilmu agama yang kelak akan menjadi bekal bagi para penerus bangsa ini dalam membangun negri. Jangan abaikan kerusakan generasi muda karena mereka adalah penerus generasi kita. Jika generasi sekarang amburadul tentu saja generasi berikutnya lebih hancur lagi. Maka dari itulah segalanya kita wajib bisa bertawakal semampu kita dan memohon pertolongan dari Allah SWT yang Maha Kuasa Atas Segala Sesuatu. Demikianlah semoga kajian singkat ini bermanfaat bagi kaum muslimin semuanya, amiien.
Wallahu’alam.
Refrensi :
- Majalah Ummi edisi 2001
- Berbagai sumber
Dampak kemerosotan peradaban sosial bagi anak
dampak kerusakan zaman : Anak sekarang puber lebih awal..!
Oleh : Muh. Ashabus Samaa'un
Salah satu dampak dari perkembangan globalisasi yang tidak seimbang dengan perkembangan mental manusia yang normal adalah anak sekarang menjadi sasaran pendewasaan dini baik mental maupun fisik. Sehingga ketidak seimbangan tersebut akan menimbulkan dampak negative seperti pacaran usia dini, kelakuan yang negative bahkan sampai kehamilan diluar nikah.
Mengapa ? karena memang usia anak-anak dalam berpikir masih sangat labil sehingga tidak seimbang dengan perkembangan fisiknya yang begitu cepat, dan sekaligus tidak diimbangi ilmu agama dan akhlaq yang baik. Apalagi kebanyakan sekolah sekarang hanya mengejar pelajaran duniawi melupakan pelajaran pokok yaitu pendidikan moral dan agama, terlebih lagi kurangnya perhatian orang tua sebagai pendidik paling pokok karena mengejar-ngejar duit atau pontang panting kerja siang malam tanpa memperhatikan keharmonisan keluarganya.
Akibatnya secara psikologis anak-anak menjadi merasa kesepian dari kasih sayang dan sebagai pelampiasan kadang mereka cari-cari perhatian oranglain, biasanya mereka cari perhatian dari teman sebanyanya atau teman sekolah sehingga sering disebut pacar yang kerjaannya cinta-cintaan gaya monyet. Bila jadi kebiasaan tanpa control maka tidak lain dampaknya adalah pergaulan bebas atau perzinaan. Dan tidak tanggung lagi dampaknya tersebut semakin banyak perzinaan dilakukan oleh anak seusia sekolah menengah bahkan dilakukan oleh anak seusia kelas 5 sekolah dasar, (baca beritanya disini )Naudzubillah.
Berikut artikel dari berbagai media untuk menambah kebenaran opini saya ini.
WOw.. anak SD jaman sekarang.!
Perempuan di zaman ini mengalami pubertas yang jauh lebih awal dari masa sebelumnya. Di Amerika Serikat misalnya, menurut satu penelitian terbaru, lebih dari 10 persen perempuan di negeri itu sudah mengalami pertumbuhan dada pada usia 7 tahun. Lalu bagi anda yang memiliki anak perempuan berusia 9-10 tahun pasti sudah sering mendengar bahwa mereka sudah mempunyai pacar. Anda mungkin hanya tersenyum mendengarnya, karena konsep berpacaran bagi mereka hanyalah ngobrol dan jalan-jalan bareng.Namun, Anda tampaknya perlu mempersiapkan diri untuk hal lain, karena anak-anak seusia itu kini sudah memasuki masa pubertas. Penelitian yang melibatkan 1.000 anak perempuan menunjukkan bahwa pertumbuhan payudara mereka kini sudah dimulai rata-rata 1 tahun lebih cepat daripada 20 tahun lalu, yaitu sekitar usia 9 tahun 10 bulan. Pada abad 19, anak perempuan memasuki masa puber pada usia rata-rata 15 tahun.
Masa puber yang hadir lebih cepat ini memberikan pengaruh serius pada kesehatan fisik dan emosional anak-anak perempuan. Ada kekhawatiran bahwa masa puber yang lebih cepat akan menempatkan anak-anak pada risiko kanker payudara dan penyakit jantung yang lebih tinggi, karena meningkatnya paparan estrogen. Dr Anders Juul, dari Copenhagen University Hospital, Denmark, yang memimpin penelitian ini, mengatakan bahwa jika anak perempuan menjadi dewasa lebih cepat, mereka akan menghadapi masalah remaja pada usia awal, dan cenderung lebih cepat terkena penyakit kelak.
"Kita patut khawatir mengenai hal ini, tak peduli alasan apapun yang mendasarinya. Ini merupakan tanda yang jelas bahwa sesuatu sedang mempengaruhi anak-anak kita; entah itu junk food, bahan-bahan kimia, atau kurangnya aktivitas fisik," katanya. Apa yang kita alami sebagai remaja saja sudah cukup sulit untuk dihadapi, apalagi jika hal itu terjadi pada usia 10 atau 11 tahun, demikian menurut Richard Stanhope, ahli di bidang kelainan hormon. "Anak-anak juga akan menghadapi risiko penganiayaan seksual lebih tinggi, karena sulit bagi orang dewasa untuk memahami atau berperilaku sepantasnya terhadap mereka, Anak laki-laki pun tak luput dari fenomena ini. Makin banyak anak laki-laki usia 12-13 tahun yang dilaporkan keluar dari kelompok paduan suara di sekolah, karena suara mereka sudah pecah " paparnya.
Menurut penelitian yang dipublikasikan "Psychological Science", jurnal Association for Psychological Science, perempuan yang secara fisik tumbuh dewasa lebih dini, menunjukkan kecenderungan berkencan lebih awal, melakukan hubungan seksual di usia yang lebih muda, dan memiliki lebih banyak mitra seks ketimbang perempuan di masanya. Oleh karena itu, kemungkinan mereka tertular penyakit menular seksual sangatlah tinggi, demikian pula kemungkinan melahirkan di usia remaja.Jay Belsky dari Birkbeck University di London, Inggris, menilai kabar ini mungkin buruk bagi sebagian orang, tapi dia justru melihat fenomema itu alamiah dan masuk akal dari perspektif evolusi biologis. Ini mengantarkan manusia sekarang pada harapan bahwa tumbuh besar dalam risiko dan lingkungan yang labil, telah mempercepat pendewasaan (pubertas) sehingga meningkatkan kemungkinan seseorang bereproduksi sebelum mereka mati.
Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbungan abnormal anak-anak masa kini salah satu faktornya adalah ada faktor genetik. Selain itu, faktor kimiawi mungkin juga berpengaruh, demikian pula perbaikan gizi (istilahnya “anak dulu makan ubi anak sekarang makan supermi”) yang dianggap menjadi pemicu kecenderungan 150 tahun terakhir yang menyebabkan perempuan lebih cepat dewasa.
Selain itu juga faktor-faktor pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat juga mendukung terjadinya pendewasaan lebih awal yang berpengaruh pada pola pikir anak yang juga akan mempengaruhi pertumbuhannya seperti contoh kecil saja yaitu yang kita lihat dijaman ini yaitu fenomena jejaring sosial facebook atau twitter yang telah booming diberbagai penjuru. Sekarang ini penggunanya bukan hanya anak remaja usia belasan dan orang dewasa kurang kerjaan, bahkan anak seusia kelas 3 sekolah dasar pun telah mengenal dan mahir menggunakan facebook. Hal itu tentu tidak baik untuk perkembangan fisik dan mental si anak namun orang tua sekarang acuh tak acuh atau bahkan malah mendukung anaknya dengan alasan “kemajuan zaman” sungguh hal yang mengherankan karena kita bisa lihat dampaknya yaitu anak SD jadi tahu apa itu “pacaran” , dan juga sangat berpengaruh dengan perkembangan fisik dan mental mereka. Mungkin juga faktornya adalah karena orang tua jaman sekarang masih GapTek ilmu psikologi dan perkembangan mental dan fisik anak dan hubungannya dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat diera globlalisasi ini .
Coba saja perhatikan anak jaman dahulu dengan jaman sekatang yang sering nonton sinetron apalagi film bertemakan pacaran remaja, yang sering dengerin musik-musik ABG, banyak makan makanan junk food (makanan ringan), sering mainan Facebook dan SMS tentunya sangat jelas perbedaannya bagi yang mau mengamati perkembangan fisik dan mental anak jaman sekarang. Selain itu juga faktor genetik atau beberapa penyakit bisa membuat anak mengalami pubertas dini. Ini membuat anak tumbuh dewasa sebelum usianya, dan pengurangan masa bermain kanak-kanaknya, mungkin juga berpengaruh pada umur hidupnya (kematian).
Hasil penelitian menemukan bahwa perempuan yang kurang perhatian (kurang kasih sayang) sewaktu bayi sampai masa kanak-kanak akan mengalami perkembangan pubertas lebih awal dibandingkan anak seusianya, kira-kira dua atau empat bulan lebih cepat dibandingkan perempuan yang masa bayinya normal. Anak-anak perempuan ini juga mengakhiri perkembangan pubertas dan mengalami menstruasi lebih awal ketimbang perempuan yang mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang cukup . Belsky mengatakan,lingkungan tempat dibesarkan dan kedekatan hubungan bayi-ibu sangat berpengaruh dan tidak boleh diabaikan.
"Dari perspektif biologi evolusioner itu menunjukkan hal-hal yang paling dipedulikan alam adalah penyebaran gen untuk generasi kemudian," kata Belsky seperti dikutip ScienceDaily. Dia mengungkapkan fenomena itu meyakinkannya bahwa manusia menjadi lebih mudah berketurunan karena masa dewasa atau masa pubertas menjadi lebih dini sehingga manusia bisa kawin lebih awal. Dan mungkin juga berpengaruh pada umur manusia yang semakin pendek misalnya rata-rata orang yang hidup pada abad 19 rata-rata kematian adalah usia 60-70 tahun sedangkan rata-rata orang yang hidup pada abad 20 rata-rata kematian adalah pada usia 50-60 tahun.
Memang dari sisi mata telanjang kelihatannya puber lebih awal merupakan kemajuan zaman padahal jika memandangnya dengan kacamata ilmu biologi dan sosial hal itu merupakan kemunduran. Tak dapat dipungkiri Jaman semakin lama semakin rusak dan sebelum sampai setibanya akhir dunia ini mungkin masa demi masa peradaban sosial manusia akan mengalami kemunduran walaupun teknologi komunikasi berkembang semakin pesat. (ashabul_muslimin Report)
Oleh : Muh. Ashabus Samaa'un
Salah satu dampak dari perkembangan globalisasi yang tidak seimbang dengan perkembangan mental manusia yang normal adalah anak sekarang menjadi sasaran pendewasaan dini baik mental maupun fisik. Sehingga ketidak seimbangan tersebut akan menimbulkan dampak negative seperti pacaran usia dini, kelakuan yang negative bahkan sampai kehamilan diluar nikah.
Mengapa ? karena memang usia anak-anak dalam berpikir masih sangat labil sehingga tidak seimbang dengan perkembangan fisiknya yang begitu cepat, dan sekaligus tidak diimbangi ilmu agama dan akhlaq yang baik. Apalagi kebanyakan sekolah sekarang hanya mengejar pelajaran duniawi melupakan pelajaran pokok yaitu pendidikan moral dan agama, terlebih lagi kurangnya perhatian orang tua sebagai pendidik paling pokok karena mengejar-ngejar duit atau pontang panting kerja siang malam tanpa memperhatikan keharmonisan keluarganya.
Akibatnya secara psikologis anak-anak menjadi merasa kesepian dari kasih sayang dan sebagai pelampiasan kadang mereka cari-cari perhatian oranglain, biasanya mereka cari perhatian dari teman sebanyanya atau teman sekolah sehingga sering disebut pacar yang kerjaannya cinta-cintaan gaya monyet. Bila jadi kebiasaan tanpa control maka tidak lain dampaknya adalah pergaulan bebas atau perzinaan. Dan tidak tanggung lagi dampaknya tersebut semakin banyak perzinaan dilakukan oleh anak seusia sekolah menengah bahkan dilakukan oleh anak seusia kelas 5 sekolah dasar, (baca beritanya disini )Naudzubillah.
Berikut artikel dari berbagai media untuk menambah kebenaran opini saya ini.
WOw.. anak SD jaman sekarang.!
Perempuan di zaman ini mengalami pubertas yang jauh lebih awal dari masa sebelumnya. Di Amerika Serikat misalnya, menurut satu penelitian terbaru, lebih dari 10 persen perempuan di negeri itu sudah mengalami pertumbuhan dada pada usia 7 tahun. Lalu bagi anda yang memiliki anak perempuan berusia 9-10 tahun pasti sudah sering mendengar bahwa mereka sudah mempunyai pacar. Anda mungkin hanya tersenyum mendengarnya, karena konsep berpacaran bagi mereka hanyalah ngobrol dan jalan-jalan bareng.Namun, Anda tampaknya perlu mempersiapkan diri untuk hal lain, karena anak-anak seusia itu kini sudah memasuki masa pubertas. Penelitian yang melibatkan 1.000 anak perempuan menunjukkan bahwa pertumbuhan payudara mereka kini sudah dimulai rata-rata 1 tahun lebih cepat daripada 20 tahun lalu, yaitu sekitar usia 9 tahun 10 bulan. Pada abad 19, anak perempuan memasuki masa puber pada usia rata-rata 15 tahun.
Masa puber yang hadir lebih cepat ini memberikan pengaruh serius pada kesehatan fisik dan emosional anak-anak perempuan. Ada kekhawatiran bahwa masa puber yang lebih cepat akan menempatkan anak-anak pada risiko kanker payudara dan penyakit jantung yang lebih tinggi, karena meningkatnya paparan estrogen. Dr Anders Juul, dari Copenhagen University Hospital, Denmark, yang memimpin penelitian ini, mengatakan bahwa jika anak perempuan menjadi dewasa lebih cepat, mereka akan menghadapi masalah remaja pada usia awal, dan cenderung lebih cepat terkena penyakit kelak.
"Kita patut khawatir mengenai hal ini, tak peduli alasan apapun yang mendasarinya. Ini merupakan tanda yang jelas bahwa sesuatu sedang mempengaruhi anak-anak kita; entah itu junk food, bahan-bahan kimia, atau kurangnya aktivitas fisik," katanya. Apa yang kita alami sebagai remaja saja sudah cukup sulit untuk dihadapi, apalagi jika hal itu terjadi pada usia 10 atau 11 tahun, demikian menurut Richard Stanhope, ahli di bidang kelainan hormon. "Anak-anak juga akan menghadapi risiko penganiayaan seksual lebih tinggi, karena sulit bagi orang dewasa untuk memahami atau berperilaku sepantasnya terhadap mereka, Anak laki-laki pun tak luput dari fenomena ini. Makin banyak anak laki-laki usia 12-13 tahun yang dilaporkan keluar dari kelompok paduan suara di sekolah, karena suara mereka sudah pecah " paparnya.
Menurut penelitian yang dipublikasikan "Psychological Science", jurnal Association for Psychological Science, perempuan yang secara fisik tumbuh dewasa lebih dini, menunjukkan kecenderungan berkencan lebih awal, melakukan hubungan seksual di usia yang lebih muda, dan memiliki lebih banyak mitra seks ketimbang perempuan di masanya. Oleh karena itu, kemungkinan mereka tertular penyakit menular seksual sangatlah tinggi, demikian pula kemungkinan melahirkan di usia remaja.Jay Belsky dari Birkbeck University di London, Inggris, menilai kabar ini mungkin buruk bagi sebagian orang, tapi dia justru melihat fenomema itu alamiah dan masuk akal dari perspektif evolusi biologis. Ini mengantarkan manusia sekarang pada harapan bahwa tumbuh besar dalam risiko dan lingkungan yang labil, telah mempercepat pendewasaan (pubertas) sehingga meningkatkan kemungkinan seseorang bereproduksi sebelum mereka mati.
Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbungan abnormal anak-anak masa kini salah satu faktornya adalah ada faktor genetik. Selain itu, faktor kimiawi mungkin juga berpengaruh, demikian pula perbaikan gizi (istilahnya “anak dulu makan ubi anak sekarang makan supermi”) yang dianggap menjadi pemicu kecenderungan 150 tahun terakhir yang menyebabkan perempuan lebih cepat dewasa.
Selain itu juga faktor-faktor pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat juga mendukung terjadinya pendewasaan lebih awal yang berpengaruh pada pola pikir anak yang juga akan mempengaruhi pertumbuhannya seperti contoh kecil saja yaitu yang kita lihat dijaman ini yaitu fenomena jejaring sosial facebook atau twitter yang telah booming diberbagai penjuru. Sekarang ini penggunanya bukan hanya anak remaja usia belasan dan orang dewasa kurang kerjaan, bahkan anak seusia kelas 3 sekolah dasar pun telah mengenal dan mahir menggunakan facebook. Hal itu tentu tidak baik untuk perkembangan fisik dan mental si anak namun orang tua sekarang acuh tak acuh atau bahkan malah mendukung anaknya dengan alasan “kemajuan zaman” sungguh hal yang mengherankan karena kita bisa lihat dampaknya yaitu anak SD jadi tahu apa itu “pacaran” , dan juga sangat berpengaruh dengan perkembangan fisik dan mental mereka. Mungkin juga faktornya adalah karena orang tua jaman sekarang masih GapTek ilmu psikologi dan perkembangan mental dan fisik anak dan hubungannya dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat diera globlalisasi ini .
Coba saja perhatikan anak jaman dahulu dengan jaman sekatang yang sering nonton sinetron apalagi film bertemakan pacaran remaja, yang sering dengerin musik-musik ABG, banyak makan makanan junk food (makanan ringan), sering mainan Facebook dan SMS tentunya sangat jelas perbedaannya bagi yang mau mengamati perkembangan fisik dan mental anak jaman sekarang. Selain itu juga faktor genetik atau beberapa penyakit bisa membuat anak mengalami pubertas dini. Ini membuat anak tumbuh dewasa sebelum usianya, dan pengurangan masa bermain kanak-kanaknya, mungkin juga berpengaruh pada umur hidupnya (kematian).
Hasil penelitian menemukan bahwa perempuan yang kurang perhatian (kurang kasih sayang) sewaktu bayi sampai masa kanak-kanak akan mengalami perkembangan pubertas lebih awal dibandingkan anak seusianya, kira-kira dua atau empat bulan lebih cepat dibandingkan perempuan yang masa bayinya normal. Anak-anak perempuan ini juga mengakhiri perkembangan pubertas dan mengalami menstruasi lebih awal ketimbang perempuan yang mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang cukup . Belsky mengatakan,lingkungan tempat dibesarkan dan kedekatan hubungan bayi-ibu sangat berpengaruh dan tidak boleh diabaikan.
"Dari perspektif biologi evolusioner itu menunjukkan hal-hal yang paling dipedulikan alam adalah penyebaran gen untuk generasi kemudian," kata Belsky seperti dikutip ScienceDaily. Dia mengungkapkan fenomena itu meyakinkannya bahwa manusia menjadi lebih mudah berketurunan karena masa dewasa atau masa pubertas menjadi lebih dini sehingga manusia bisa kawin lebih awal. Dan mungkin juga berpengaruh pada umur manusia yang semakin pendek misalnya rata-rata orang yang hidup pada abad 19 rata-rata kematian adalah usia 60-70 tahun sedangkan rata-rata orang yang hidup pada abad 20 rata-rata kematian adalah pada usia 50-60 tahun.
Memang dari sisi mata telanjang kelihatannya puber lebih awal merupakan kemajuan zaman padahal jika memandangnya dengan kacamata ilmu biologi dan sosial hal itu merupakan kemunduran. Tak dapat dipungkiri Jaman semakin lama semakin rusak dan sebelum sampai setibanya akhir dunia ini mungkin masa demi masa peradaban sosial manusia akan mengalami kemunduran walaupun teknologi komunikasi berkembang semakin pesat. (ashabul_muslimin Report)
DATA MURID KELAS 9 TAHUN AJARAN 2011/2012
| REKAPITULASI MURID MUTASI | ||||
| SMPIT BINAAUL UMMAH | ||||
| TAHUN PELAJARAN 2011/2012 | ||||
| NO | NAMA | TTL | NISN | NAMA ORANG TUA |
| 1 | Asma’ Abidah Al Aziz | Bekasi, 27 Juni 1997 | 9977690234 | Budi Utomo |
| 2 | Fauziah Indah Pangestika | Bekasi, 11 November 1997. | 9972661235 | Ari Widodo |
| 3 | Fitriani | Bekasi, 09 September 1997 . | 9977690248 | Saidin |
| 4 | Sri Purwaningsih | Bekasi, 18 Januari 1997 . | 9977690212 | Slamet Riyanto |
| 5 | Hanifah Mahmudah | Jakarta, 12 Juni 1997 . | 9974993907 | Rahayuno |
| 6 | Maretta Afia Yaasin | Jakarta, 08 Maret 1997 . | 9977679865 | Manto |
| 7 | Shabrina Nurwahida | Jakarta, 14 Maret 1997 . | 9973327122 | Nurwakit |
| 8 | Rasyid Prasetyo | Bekasi, 21 Maret 1997 . | 9972407312 | Sarwono |
DATA MURID KELAS 8 TAHUN AJARAN 2011/2012
| | | | | | ||||||||||||||
| 02 - JAWA BARAT | ||||||||||||||||||
| 12 - KABUPATEN BEKASI | ||||||||||||||||||
| 210 - BINAUL UMMAH | ||||||||||||||||||
| NOMOR | NOMOR | NOMOR SKHUN | NAMA | TGL. LAHIR | ||||||||||||||
| URUT | INDUK SISWA | SD/MI/Paket A | PESERTA | tgl | bln | thn | ||||||||||||
| 1. | 9985774797 | 1-10-02-12-197-160-9 | Aditya Pangestu | 8 | 8 | 98 | ||||||||||||
| 2. | 9982042265 | 1-10-02-12-204-232-9 | Adjie Nur Rachmat Adhitya | 14 | 10 | 98 | ||||||||||||
| 3. | 9985717342 | 1-10-02-12-190-181-4 | Fikri Fathur Rahman | 2 | 1 | 98 | ||||||||||||
| 4. | 9984174611 | 1-10-02-12-194-090-7 | Haidar Faturrahman | 10 | 9 | 98 | ||||||||||||
| 5. | 9984512183 | 1-10-02-12-205-041-8 | Irham Diki Wahyudi | 4 | 3 | 98 | ||||||||||||
| 6. | 9974510117 | 1-10-02-12-180-029-4 | Izzudin Ijtara'a | 17 | 8 | 97 | ||||||||||||
| 7. | 9977690258 | 1-10-02-12-223-017-8 | Muhammad LuthfiAzzami | 13 | 11 | 97 | ||||||||||||
| 8. | 9984512492 | 1-10-02-12-204-204-5 | Rizki Aditama Al Bukhori | 7 | 3 | 98 | ||||||||||||
| 9. | 9975830197 | 1-10-02-12-190-007-2 | Rizki Mardiansyah | 20 | 3 | 97 | ||||||||||||
| 10. | 9977871660 | 1-10-02-12-14-028-5 | Rizky Ghany Mustafa | 24 | 7 | 97 | ||||||||||||
| 11. | 9984175361 | 1-10-02-12-240-038-3 | Teguh Wibowo | 10 | 5 | 99 | ||||||||||||
| 12. | 9974256833 | 1-10-02-12-248-025-8 | Atika Nur Hastuti | 10 | 12 | 97 | ||||||||||||
| 13. | 9980040118 | 1-10-05-22-392-034-7 | Desy Arianti Kusumawardani | 6 | 12 | 98 | ||||||||||||
| 14. | 9987550159 | 1-10-02-12-223-035-6 | Diza Putri Rahmawanti | 12 | 6 | 98 | ||||||||||||
| 15. | 9964390221 | 1-10-02-12-248-061-4 | Fatimah Yunita Sari | 4 | 6 | 96 | ||||||||||||
| 16. | 9987550145 | 1-10-02-12-223-039-2 | Fityah Rahim | 11 | 4 | 98 | ||||||||||||
| 17. | | 10-02-12-01-013 | Syifa Adzkia Muslimah | 16 | 1 | 97 | ||||||||||||
| 18. | 9987550179 | 1-10-02-223-051-6 | Syiva Salsabila | 28 | 10 | 98 | ||||||||||||
| 19. | 9984418007 | 1-10-02-12-195-188-5 | Husnia Imrani Z. | 25 | 7 | 99 | ||||||||||||
| 20. | 9987550176 | 1-10-02-12-223-014-3 | Khairul Lutfi | 17 | 10 | 98 | ||||||||||||
| 21. | 9984175550 | 1-10-02-12-250-040-9 | Fikha Anggraeni Virha | 25 | 8 | 98 | ||||||||||||
| 22. | 9984418106 | 1-10-02-12-195-050-7 | Sri Ayutari Suherman | 20 | 1 | 98 | ||||||||||||
| 23. | 9984512444 | 1-10-02-12-204-128-9 | Naurah Nadhifah | 1 | 1 | 98 | ||||||||||||
| 24. | 9985717212 | 1-10-02-12-190-113-8 | Febry Anggraeni Cahputri | 18 | 2 | 99 | ||||||||||||
| 25. | 9984175589 | 1-10-02-12-223-035-6 | Meliana Tamti Dwi Astuti | 13 | 5 | 98 | ||||||||||||
| 26. | 9984175878 | 1-10-02-12-248-144-9 | Riesha Wira Ningrum | 4 | 8 | 98 | ||||||||||||
| 27. | 99742573333 | 1-09-216-244-025-8 | Witantra Dwi Pamungkas | 7 | 6 | 97 | ||||||||||||
| 28. | 9985730028 | 1-10-02-12-203-128-9 | Ahmad Amirul Fauzi | 3 | 8 | 98 | ||||||||||||
| 29. | 9987550161 | 1-10-02-12-190-113-8 | Armelinda Syafira Nursusilo | 23 | 6 | 98 | ||||||||||||
| 30. | | | Muh. Deriansyah | 23 | 11 | 97 | ||||||||||||
| 31. | | | Fahmi Al-Ma'ruf | 2 | 12 | 97 | ||||||||||||
Langganan:
Komentar (Atom)