header-photo

Artikel Pendidikan Islam

Dampak kemerosotan peradaban sosial bagi anak-anak

Oleh : Muh. Ashabus Samaa'un

Salah satu dampak dari perkembangan globalisasi yang tidak seimbang dengan perkembangan mental manusia yang normal adalah anak sekarang menjadi sasaran pendewasaan dini baik mental maupun fisik. Sehingga ketidak seimbangan tersebut akan menimbulkan dampak negative seperti pacaran usia dini, kelakuan yang negative bahkan sampai kehamilan diluar nikah.

Mengapa ? karena memang usia anak-anak dalam berpikir masih sangat labil sehingga tidak seimbang dengan perkembangan fisiknya yang begitu cepat, dan sekaligus tidak diimbangi ilmu agama dan akhlaq yang baik. Apalagi kebanyakan sekolah sekarang hanya mengejar pelajaran duniawi melupakan pelajaran pokok yaitu pendidikan moral dan agama, terlebih lagi kurangnya perhatian orang tua sebagai pendidik paling pokok karena mengejar-ngejar duit atau pontang panting kerja siang malam tanpa memperhatikan keharmonisan keluarganya

Baca Selanjutnya>>>


Pendidikan Anak : Potret Kerusakan Jaman dan Dampaknya bagi Anak-anak.


Kerusakan-kerusakan moral dijaman modern

Apakah anda pernah dengar lagu balonku ada lima?. Tentu saja orang se-usia kita yang lahir pada era 70,80,90-an pernah mendengarkan dan hafal lagu-lagu klassik ini karena memang lagu ini sangat populer pada saat itu (sekitar th 90-an). Dan selain itu juga lagu-lagu ini penuh dengan pendidikan yang baik. Sehingga tidak jarang lagu-lagu ciptaan MT Mahmud dan Ibu Sud itu seperti naik delman, bintang kecil, balonku ada lima dsb sering kita temukan dinyanyikan disekolah taman kanak-kanak jaman dahulu. Sehingga tidak heran lagu-lagu kenangan seperti ini banyak yang diantara kita yang hafal hingga usia dewasa bahkan sampai usia sekarang.

Akan tetapi jika anda melihat anak-anak sekarang justru anda akan melihat sebuah perbandingan yang besar dan mencolok. Yaitu anak-anak sekarang lebih kenal lagu-lagu band bahkan lagu barat pun sampai fasih walaupun tak tahu makna lirik lagunya. Ibarat anak dulu nyanyinya “balonku ada lima” kalau anak sekarang nyanyinya “selingkuhanku ada lima”. Benar-benar sebuah kenyataan yang buruk. Selain itu dampak dibelakangnya juga sangat buruk. Yaitu secara psikologis anak-anak sekarang sudah mengalami pendewasaan dini dalam hal pemikiran akan tetapi tidak seimbang dengan perkembangan akalnya. Sehingga tindakan kriminal kelas atas mereka lakukan dengan enjoy-nya tanpa pertimbangan dari sisi sebab akibat. Apalagi berpikir sampai ke akhirat bahwa maksiat itu berdampak azab.

Selanjutnya>>>

Tafsir At-Tahrim Ayat 6 : " Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka "

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At Tahrim 66:6)


Penjelasan Ayat :

Segala puji bagi Allah Ta’ala, sholawat dan salam kita tujukan kepada Nabi Muhammad SAW, para Sahabat, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in serta kepada siapa saja yang mengikuti jejak mereka sampai hari Qiyamat.

Marilah kita senantiasa berusaha meningkatkan amal harian kita, sebagai suatu bukti ibadah kita kepada Allah SWT. Sehingga hidup kita mendapat ridha dari-Nya. Yaitu dengan cara menjaga diri dan keluarga, istri, anak, orang tua, dan sanak kerabat kita dari adzab api neraka. Berikut ini kami ambilkan beberapa perkataan sahabat dan tabiin serta ahli fiqih dari berbagai macam Tafsir, berikut ini :

Selanjutnya>>>

SELENGKAPNYA SIMAK KAJIAN KAMI DI WWW.ASHABUL-MUSLIMIN.TK